Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
01.00
Vihara Budha Gaya Watugong
Written By Harian Semarang on Jumat, 04 November 2011 | 01.00
Kompleks Vihara Buddha Gaya Watugong yang mempunyai nilai artistik dengan tinggi 39 meter, merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. Vihara ini dibangun tahun 2005, terletak di depan Makodam IV Diponegoro Semarang. Pada bangunan yang mempunyai tujuh tingkat ini, terdapat patung Dewi Welas Asih dari tingkatan kedua hingga keenam. Terdapat 20 patung Kwan Im dipasang di pagoda tersebut. Pemasangan Dewi Welas Asih ini disesuaikan dengan arah mata angin, yang bertujuan agar Dewi yang selalu menebarkan cinta kasih tersebut bisa menjaga kota Semarang dari segala arah. Bangunan yang merupakan pelengkap ruang Metta Karuna di Vihara Avalokitesvara Srikukusrejo Gunung Kalong dan memiliki seni arsitektur yang sangat tinggi ini merupakan salah satu kebanggaan warga kota Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya, karena saat ini pengunjung vihara Buddha Gaya tidak hanya umat Budha saja, tapi juga umat agama lain untuk dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata religi.
Label:
Info,
Kab. Semarang,
Wisata
00.54
Sebuah mahakarya alam berada disini, di Kab. Semarang. Pelukis takkan mampu memindahkan keindahan yang luar biasa ini ke kanvas. Hanya alam yang dapat menciptakannya dalam jutaan tahun.
Kekokohan gunung yang mantap, seimbang dengan bayangan kegelapan lembah yang lembut, menyoloknya warna warni alam dengan nuansa yang memikat, yang di pagi subuh berselubungkan sutera mega putih, konfigurasi awan yang tak pernah sama dan tak terbatas ruang dengan bianglala menyempurnakan keindahannya
Umbul Sido Mukti
Taman renang umbul alam Umbul Sidomukti terletak di lereng gunung ungaran dengan ketinggian 1200 dpl, diapit jurang dikedua sisinya. Sengaja dipilih karena keindahan panoramanya, kesegaran udaranya serta beningnya air. Umbul sidomukti tampak dramatis, seolah telah lama hadir di situ. Lereng gunung ungaran kaya akan mata air pegunungan yang mengalir sepanjang tahun, diantaranya Tuk ngetihan yang airnya menyegarkan jiwa dan raga hingga dipercaya dapat membuat awet muda.
Sebuah mahakarya alam berada disini, di Kab. Semarang. Pelukis takkan mampu memindahkan keindahan yang luar biasa ini ke kanvas. Hanya alam yang dapat menciptakannya dalam jutaan tahun.
Kekokohan gunung yang mantap, seimbang dengan bayangan kegelapan lembah yang lembut, menyoloknya warna warni alam dengan nuansa yang memikat, yang di pagi subuh berselubungkan sutera mega putih, konfigurasi awan yang tak pernah sama dan tak terbatas ruang dengan bianglala menyempurnakan keindahannya
Label:
Info,
Kab. Semarang,
Wisata
00.50
Siapkan kelima panca indera anda untuk menikmati keindahan dan kesejukan di setiap sudut Taman Djamoe Indonesia. Letak geografis Taman Djamoe Indonesia yang berdekatan dengan gunung Ungaran menciptakan perpaduan alam yang mempesona, menjadi ruang bertumpunya semilir angin dari pegunungan sehingga terasa sejuk dan segar. Lahan seluas 3 hektar ini merupakan taman koleksi tanaman jamu terlengkap yang digunakan oleh seluruh produsen jamu di Indonesia, dengan lebih dari 600 spesies tanaman jamu didalamnya.
Setiap tanaman di Taman Djamoe Indonesia memiliki keunikan, sifat, dan karakteristik yang berbeda-beda sehingga taman ini dijuluki sebagai botanical zoo. Setiap tanaman yang ada di Taman Djamoe Indonesia dikelompokan menjadi lima pesona, yaitu Pesona Warna, Pesona Aroma, Pesona Rasa, Pesona Perkasa, dan Pesona Ayu. Lokasi Taman Djamoe Indonesia di :
Jl. Raya Semarang - Bawen Km. 28, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang 50552 , Indonesia.
Telp / Fax. (+62-298) 522377
Taman Djamoe Indonesia
Taman Djamoe Indonesia adalah wujud nyata kepedulian Ibu Meneer terhadap kelestarian aneka jenis tanaman jamu Indonesia. Berawal koleksi tanaman pribadi beliau, yakni Laos (Alpinia Galanga), Salam (Eugeniapolyantha Wight), dan Sereh (Andropogoncitratus), terciptalah ide cemerlang untuk mengembangkannya menjadi sebuah taman. Di tangan DR. Charles Saerang, generasi ketiga Ibu Meneer, taman seluas 3 hektar ini dibangun dan didesain kembali dengan begitu cantiknya hingga menjanjikan pemandangan alam penuh pesona.
Siapkan kelima panca indera anda untuk menikmati keindahan dan kesejukan di setiap sudut Taman Djamoe Indonesia. Letak geografis Taman Djamoe Indonesia yang berdekatan dengan gunung Ungaran menciptakan perpaduan alam yang mempesona, menjadi ruang bertumpunya semilir angin dari pegunungan sehingga terasa sejuk dan segar. Lahan seluas 3 hektar ini merupakan taman koleksi tanaman jamu terlengkap yang digunakan oleh seluruh produsen jamu di Indonesia, dengan lebih dari 600 spesies tanaman jamu didalamnya.
Setiap tanaman di Taman Djamoe Indonesia memiliki keunikan, sifat, dan karakteristik yang berbeda-beda sehingga taman ini dijuluki sebagai botanical zoo. Setiap tanaman yang ada di Taman Djamoe Indonesia dikelompokan menjadi lima pesona, yaitu Pesona Warna, Pesona Aroma, Pesona Rasa, Pesona Perkasa, dan Pesona Ayu. Lokasi Taman Djamoe Indonesia di :
Jl. Raya Semarang - Bawen Km. 28, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang 50552 , Indonesia.
Telp / Fax. (+62-298) 522377
Label:
Info,
Kab. Semarang,
Wisata
00.46
Rawapening
Rawapening merupakan wisata air dengan perahu-perahu tradisional yang terletak di kaki gunung Telomyo, gunung Ungaran dan gunung Kendalisodo, tepatnya berada di kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Banyubiru. Lokasinya berjarak sekitar 25 km dari kota Ungaran. Di sini terdapat pula daya tarik yang lain, yaitu arena pancing alam, aktivitas nelayan, tanaman enceng gondok dan pembangkit tenaga listrik. Fasilitas yang lain adalah lokasinya mudah dijangkau, dilalui jalur kereta api jurusan Kedungjati-Ambarawa, dikelilingi objek wisata lain dan beberapa rumah makan.
Label:
Info,
Kab. Semarang,
Wisata
00.41
Perkebunan Kopi Tlogo
Agrowisata perkebunan Tlogo terletak di desa Delik, kabupaten Semarang, Jawa Tengah seluas 415 hektar dengan ketinggian 400 s.d. 675 meter di atas permukaan laut. Cuaca yang sejuk dan udara bersih nan bebas polusi akan menemani saat-saat Anda menikmati panorama indah serta pemandangan beraneka tanaman perkebunan seperti kopi, karet, cengkeh, pala dan juga berbagai buah tropis semisal durian, mangga, pisang, alpukat, rambutan, jambu biji dan lain sebagainya. Selain itu, di sini, dari kejauhan dapat juga disaksikan pemandangan Rawapening yang menawan.
Label:
Info,
Kab. Semarang,
Wisata
10.02
Museum Kereta Api Ambarawa
Written By Harian Semarang on Kamis, 03 November 2011 | 10.02
Museum kereta api berlokasi di kota Ambarawa, kabupaten Semarang, tepatnya di jalan yang menghubungkan Ambarawa dengan Magelang/Yogyakarta. Di museum ini mempunyai 12 koleksi lokomotif kuno dari berbagai jenis, diantaranya buatan Belanda, Jerman dan Swiss. Wisatawan yang mengunjungi tempat ini dengan rombongan dapat menyewa kereta api yang berkapasitas 100 orang untuk mengikuti perjalanan wisata dari Ambarawa-Bedono (pulang-pergi) yang berjarak 9,5 km melalui rel bergerigi. Selama perjalanan berkereta api, kita dapat menikmati tanjakan dan kelokan dengan panorama alam yang mempesona berupa gunung, lembah, sawah dan danau.
Label:
Info,
Kab. Semarang,
Wisata
09.58
Kelompok Candi Gedong Songo
Kelompok candi Gedong Songo berada di kaki gunung Ungaran, tepatnya di desa Candi, kecamatan Ambarawa yang berjarak 9 km dari kota Ambarawa dan 12 km dari kota Ungaran. Candi gedong Songo termasuk salah satu peninggalan budaya Hindu dari zaman Syailendra dari abad IX (tahun 927 M). Objek wisata ini juga merupakan wisata alam dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alam yang indah. Juga dilengkapi pula dengan pemandian air panas, areal perkemahan, dan wisata berkuda.
Label:
Info,
Kab. Semarang,
Wisata
09.56
Hutan Wisata Penggaron
Kawasan Penggaron berada di ketinggian sekitar 350 m di atas permukaan laut, dengan suhu udara berkisar antara 20°C s.d. 26°C, yang menawarkan udara segar nan bersih. Kawasan ini berada sekitar 17 km dari pusat kota Semarang, dan hanya 2 km dari pusat kota Ungaran, sehingga kawasan ini mudah dijangkau dari lingkungan pemukiman penduduk. Penggaron didominasi oleh hutan pinus yang berhawa sejuk, tetapi kita juga dapat menyaksikan berbagai spesies lainnya di sini. Objek wisata ini dilengkapi dengan lapangan golf, arena perkemahan serta tempat bermain anak yang menyenangkan.
Label:
Info,
Kab. Semarang,
Wisata
09.39
Taman Margasatwa Semarang
BOSAN dengan tempat wisata yang itu-itu saja? Mengapa tak berkunjung ke Taman Margasatwa Semarang yang ada di ujung barat kota Semarang. Tempat yang juga biasa disebut Bonbin Mangkang ini mungkin belum banyak diketahui orang. Dengan datang ke sana, ada banyak jenis binatang yang bisa disaksikan. Selain itu ada juga berbagai fasilitas permainan yang bisa dinikmati.
Kebun binatang ini terletak di perbatasan Semarang-Kendal. Tempat yang dibuka pada Februari 2007 ini dibangun untuk menggantikan kebun binatang Tinjomoyo Semarang yang dianggap sudah tak representative lagi. Dengan lokasi baru ini diharapkan jumlah pengunjung dapat semakin bertambah karena aksesnya lebih mudah dicapai dengan kendaraan umum. Sebab Bonbin ini terletak di pinggir jalan. Kebun Binatang ini, sekarang sudah memiliki sekitar 150 ekor hewan yang terdiri dari 40 jenis spesies. Ada Ular, Rusa, Gajah, Orangutan, Harimau.
Pengelola kebun binatang dalam waktu dekat juga akan menambah koleksi hewan. Seperti 1 Harimau Benggala dan sepasang Singa yang didatangkan dari Kebun Binatang Seruling Mas Banjarnegara. Kepala Bonbin Mangkang Kusyanto, mengatakan semua hewan itu ditempatkan di areal seluas 9 hektar. “Ada yang ditempatkan di kandang, ada juga yang di ruang terbuka sesuai habitatnya,” katanya.
Cukup dengan tiket masuk Rp 1500,- pada hari biasa dan Rp 3000,- di hari libur, kita sekeluarga dapat menikmati keanekaragaman jenis satwa sebagai wujud kekayaan sang pencipta. Pengunjung juga bisa berfoto bersama Ular dan Burung. Atau menikmati sensasi naik Gajah cukup dengan mebayar Rp 5000,-. “Ada juga fasilitas lain seperti Outbound Kids, Kereta Mini yang akan membawa pengunjung berkeliling Bonbin, juga Becak Air yang bisa dikendarai di tengah danau,” ujarnya.
Bila lelah berkeliling melihat koleksi binatang, anak-anak juga bisa mencoba fasilitas Flying Fox, Jaring Laba-Laba, dan lain sebagainya. Bonbin Mangkang paling ramai dikunjungi pada hari Minggu atau hari libur. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai 1000 orang per hari. Sedangkan hari biasa sebanyak 100 orang per hari. “ Sebagian besar pengunjung adalah rombongan anak sekolah, 50 persen berasal dari Semarang sisanya dari luar kota”, terangnya. Dalam waktu dekat, pengelola Kebun Binatang tersebut akan menambah jumlah pohon peneduh, memperbanyak Shelter dan memperluas lahan parkir agar pengunjung semakin nyaman.
Kebun binatang ini terletak di perbatasan Semarang-Kendal. Tempat yang dibuka pada Februari 2007 ini dibangun untuk menggantikan kebun binatang Tinjomoyo Semarang yang dianggap sudah tak representative lagi. Dengan lokasi baru ini diharapkan jumlah pengunjung dapat semakin bertambah karena aksesnya lebih mudah dicapai dengan kendaraan umum. Sebab Bonbin ini terletak di pinggir jalan. Kebun Binatang ini, sekarang sudah memiliki sekitar 150 ekor hewan yang terdiri dari 40 jenis spesies. Ada Ular, Rusa, Gajah, Orangutan, Harimau.
Pengelola kebun binatang dalam waktu dekat juga akan menambah koleksi hewan. Seperti 1 Harimau Benggala dan sepasang Singa yang didatangkan dari Kebun Binatang Seruling Mas Banjarnegara. Kepala Bonbin Mangkang Kusyanto, mengatakan semua hewan itu ditempatkan di areal seluas 9 hektar. “Ada yang ditempatkan di kandang, ada juga yang di ruang terbuka sesuai habitatnya,” katanya.
Cukup dengan tiket masuk Rp 1500,- pada hari biasa dan Rp 3000,- di hari libur, kita sekeluarga dapat menikmati keanekaragaman jenis satwa sebagai wujud kekayaan sang pencipta. Pengunjung juga bisa berfoto bersama Ular dan Burung. Atau menikmati sensasi naik Gajah cukup dengan mebayar Rp 5000,-. “Ada juga fasilitas lain seperti Outbound Kids, Kereta Mini yang akan membawa pengunjung berkeliling Bonbin, juga Becak Air yang bisa dikendarai di tengah danau,” ujarnya.
Bila lelah berkeliling melihat koleksi binatang, anak-anak juga bisa mencoba fasilitas Flying Fox, Jaring Laba-Laba, dan lain sebagainya. Bonbin Mangkang paling ramai dikunjungi pada hari Minggu atau hari libur. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai 1000 orang per hari. Sedangkan hari biasa sebanyak 100 orang per hari. “ Sebagian besar pengunjung adalah rombongan anak sekolah, 50 persen berasal dari Semarang sisanya dari luar kota”, terangnya. Dalam waktu dekat, pengelola Kebun Binatang tersebut akan menambah jumlah pohon peneduh, memperbanyak Shelter dan memperluas lahan parkir agar pengunjung semakin nyaman.
Label:
Info,
Kota Semarang,
Wisata
09.31
Water Blaster Semarang
Water Blaster menjadi salah satu tempat liburan segar dan rekreasi keluarga bagi seluruh anggota keluarga warga Kota Semarang dan sekitarnya. Ada banyak wahana permainan di water blaster, flying fox, torpedo, Suka adrenalin? coba speed terpedos. ada 4 jenis slide yaitu hijau dan biru yang menggunaan ban dan kuning dan merah yang tidak menggunakan ban. Water Blaster bisa mengakomodasi pesta ulang tahun, gathering ataupun pre wedding.
Water Blaster Semarang Graha Candi Golf:
Alamat: Jl. Bukit Candi Golf No 1 Semarang 50274
Nomor Telp 024 8500030
Fax : 024 8501123
Jam buka:
Senin 1:00 pm - 6:00 pm
Selasa - Sabtu : 10:00 am - 6:00 pm
Minggu : 7:00 am - 6:00 pm
Menuju lokasi dari jalan Dr Wahidin masuk jalan Kasipah, masuk perumahan Graha Candi Golf yang sebelah kiri ada restoran jepang Nori, masuk ke perumahan, terus saja setelah jembatan Tol.
Water Blaster Semarang Graha Candi Golf:
Alamat: Jl. Bukit Candi Golf No 1 Semarang 50274
Nomor Telp 024 8500030
Fax : 024 8501123
Jam buka:
Senin 1:00 pm - 6:00 pm
Selasa - Sabtu : 10:00 am - 6:00 pm
Minggu : 7:00 am - 6:00 pm
Menuju lokasi dari jalan Dr Wahidin masuk jalan Kasipah, masuk perumahan Graha Candi Golf yang sebelah kiri ada restoran jepang Nori, masuk ke perumahan, terus saja setelah jembatan Tol.
Label:
Info,
Kota Semarang,
Wisata
09.28
Museum Ronggowarsito
Museum yang terletak di Jl. Abdulrachman Saleh ini merupakan museum terlengkap di Semarang yang memiliki koleksi mengenai sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Museum ini menempati luas tanah 1,8 ha. Nama museum diambil dari nama salah satu pujangga Indonesia yang terkenal dengan hasil karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan. Pujangga tersebut hidup pada masa kesultanan Kasunanan Solo, sekitar abad ke-19. Salah satu hasil karyanya yang terkenal adalah 'Serat Kalatidha', yang di dalamnya terdapat beberapa ramalan tentang kehidupan masyarakat, yang ternyata beberapa ramalannya terjadi sekarang ini. Museum ini dibuka setiap hari pada pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB kecuali hari Senin.
Label:
Info,
Kota Semarang,
Wisata
09.25
Museum Mandala Bakti
Sebagai museum perjuangan ABRI, museum ini menyimpan berbagai koleksi tentang data, sejarah dan dokumentasi, dan senjata-senjata baik tradisional maupun modern serta peralatan yang digunakan dalam perang saat mempertahankan kemerdekaan. Museum ini pada awalnya dibangun oleh A.R. Kuhr E. dan Van Leeuwen, sekitar tahun 1930, sebagai Raad Van Justitie atau pengadilan khusus bagi orang-orang Eropa yang tinggal di Semarang. Pada tahun 1950, tempat ini dialihfungsikan oleh lembaga militer Indonesia sebagai kantornya, dan pada tahun 1985, baru berubah menjadi museum.
Label:
Info,
Kota Semarang,
Wisata
09.21
Museum Jamu Jago
Meseum yang memiliki koleksi foto-foto, slide dan peralatan tradisional pembuatan jamu pada masa lalu ini berlokasi di jalan Setiabudi nomor 179, Srondol, Semarang. Museum ini didirikan oleh perusahaan Jamu Jago sebagai pusat informasi dan promosi hasil pembuatan jamu. Selain itu, museum ini juga mengoleksi catatan rekor maupun prestasi luar biasa yang dimiliki oleh orang-orang Indonesia, tercatat 142 data mengenai orang-orang dengan keistimewaan, seperti badan terberat, pinggang teramping, rambut terpanjang, dan lain-lain. Pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke lokasi ini. Museum ini dibuka untuk umum pada hari Senin sampai Jumat dari pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB. Pengunjung akan dihibur dengan kesenian karawitan baik yang dilakukan oleh karyawan-karyawati ataupun orang-orang cebol.
Label:
Info,
Kota Semarang,
Wisata
09.18
Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah yang terletak di jalan Gajah, Semarang, merupakan masjid kebanggaan masyarakat Semarang khususnya, dan Jawa Tengah umumnya. Masjid ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Penandatangan dilakukan di atas prasasti yang berasal dari batu lereng gunung Merapi, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Masjid yang berdiri di atas tanah 10 hektar ini terlihat begitu gagah, dengan bentuk bangunan yang merupakan gabungan antara unsur arsitektur Jawa-Islam-Roma. Segala macam kegiatan dapat dilakukan di tempat ini, seperti seminar, muktamar, pertemuan atau pesta pernikahan bahkan tidak tertutup kemungkinan untuk menggelar perhelatan budaya sepanjang tidak mengganggu peribadatan yang berlangsung di masjid tersebut. Bangunan ini juga dilengkapi dengan hotel/penginapan dengan 23 kamar berbagai kelas. Kelebihan lainnya adalah fasilitas parkir terbuka yang amat luas (terletak di kanan kiri masjid), serta ruang parkir yang bisa menampung 45 bus, 820 mobil serta 800 sepeda motor.
Label:
Info,
Kota Semarang,
Wisata
09.13
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Lawang Sewu Semarang
Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Label:
Info,
Kota Semarang,
Wisata
09.05
Kuil Sam Poo Kong
Kuil Sam Poo Kong dibangun untuk mengenang dan menghormati Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut muslim yang hebat dari dinasti Ming, China. Laksamana Cheng Ho telah berlayar mengunjungi lebih dari 30 negara termasuk Semarang dan Simongan ratusan tahun lalu. Di tempat ini terdapat sebuah kuil yang indah, dan di sana, pengunjung dapat melakukan doa sembari menyimak ramalan dari peramal. Pemandu wisata dengan senang hati akan membantu pengunjung menceritakan sejarah pendirian kuil dan sejarah perihal Laksamana Cheng Ho. Memahami sejarah dan cerita Laksamana Cheng Ho sungguh amat menarik karena semuanya merupakan perpaduan budaya Kong Hu Chu, Tao, Budha, Islam sekaligus kebudayaan Jawa. (Goografis : 6⁰ 59'42.49'S 110⁰23'54.60'E)
Label:
Info,
Kota Semarang,
Wisata




















